jump to navigation

Membangun Gaming PC Maret 23, 2008

Posted by rpmworkshop in Umum.
Tags: , ,
add a comment

Ketika kita akan membuat sebuah gaming PC, maka ditentukanlah periferal (komponen) pendukung, supaya game2 yang akan kita mainkan dapat berjalan dengan sempurna. Sempurna disini memuat 3 kriteria yaitu:

  1. Berjalan mulus, tanpa jeda (tidak macet)
  2. Grafik oke, dengan detil sempurna (mendekati realita)
  3. Memberikan kesan mendalam (good experience)

Ketiga kriteria itu dapat diwujudkan jika kita jeli dengan memilih periferal PC yang sesuai untuk kebutuhan game. Dibawah ini saya akan memberikan gambaran dan tips2 dalam memilih periferal pendukung dalam membangun sebuah gaming PC

 

1. Processor

Processor berfungsi mengolah data, seperti otak manusia, memprosesnya menjadi tampilan visual, audio, vibrasi, dll. Kecepatan processor dinilai dalam satuan Hertz (Hz), semakin tinggi nilai Hz, maka semakin tinggi pula kecepatan prosesnya. Aplikasinya dalam gaming PC adalah mengolah data game, menjadikan tampilan grafik, dan suara. Pertanyaannya, apakah dengan processor berfrekuensi tinggi, bisa bermain game dengan mulus? Processor memang komponen vital, namun untuk kemulusan sebuah game (visual), processor tidaklah begitu berpengaruh penting. Processor hanya memproses data lalu mendistribusikannya ke periferal lain, sementara untuk memproses visual game, VGA lebih memegang peran penting. Selain frekuensi, kinerja processor juga ditentukan oleh bandwith. Bandwith adalah jalur akses data, semakin besar bandwith processor, maka semakin lancar dan cepat data yang diproses. Bandwith biasanya dikenali dengan L2, ditentukan dengan nilai byte. Idealnya processor jaman sekarang memiliki L2 sebesar 1Mb (1024kb). Jika melihat fungsi processor dalam PC game, sepertinya eman-eman kalo memakai processor yang mahal seperti Pentium seri E (core 2 duo), karena game lebih mengutamakan pengolahan data visual melalui VGA, bukan processor. Bahkan Processor value seperti Celeron atau Sempron masih sangat bertenaga untuk memainkan game terberat sekalipun* Maka sebagai tips memilih Processor untuk gaming PC adalah murah dan L2 besar. Buat apa beli processor mahal? Gengsi doang kan? Mending duitnya dialokasikan buat beli VGA yang keren, oke? Rekomendasi saya adalah AMD X2 4200+ AM2. Setara dengan Pentium dual Core, dengan L2 1MB, seharga $70. Bandingkan dengan core 2 duo E4500 seharga $122, apalagi untuk urusan game AMD jelas mengalahkan Intel :) buat apa processor mahal2? Gengsi doang kan?

2. Memory

Memory atau banyak orang menyebutnya RAM, adalah media penampungan data sementara. Ketika processor akan memproses data dari harddisk, memory menampungnya dan menyalurkannya ke processor, jadi memory adalah jembatan penghubung antara harddisk dan periferal lain dengan processor. Kecepatan memory dinilai dalam satuan Hz, sementara kapasitasnya dalam satuan MB. Semakin cepat frekuensi dan semakin besar kapasitas memory, dipastikan pemrosesan data juga akan berlangsung cepat. Memory untuk gaming PC adalah DDR2 (jenis tipikal memory untuk teknologi PC jaman sekarang), memiliki karakter agresif (cepat dan besar), dan murah :) . Dengan frekuensi tinggi dan kapasitas besar, dipastikan hal proses komputasi bakal berjalan mulus. Bandwith memory lazimnya adalah 64bit, namun dengan motherboard yang mendukung dual channel memory, bandwith memory bisa ditingkatkan menjadi 128bit. Maka proses komputasi akan meningkat dan tentunya semakin cepat. Aplikasinya dalam gaming PC, dibutuhkan memory dengan kecepatan tinggi, kapasitas besar, dan bandwith lebar. Idealnya memory DDR2 memiliki frekuensi 800Mhz, dengan kapasitas mulai dari 512MB hingga 2GB. Tips untuk memilih memory dalam gaming PC adalah memory dengan frekuensi 800Mhz dan berkapasitas 2GB. Rekomendasi: Mushkin XP2 6400 2x 1GB. Memory ini bisa dioverclock hingga frekuensi 1000+Mhz, dan dengan pemasangan 2 keping menjadi dual channel, akan lebih efektif jika dibandingkan dengan pemakaian 2GB satu keping, pemrosesan data menjadi lebih cepat, terlebih dengan harga $50

 

3. Motherboard

Motherboard sebagai komponen vital PC, tentunya menjadi pertimbangan utama. Motherboard mempengaruhi kinerja seluruh periferal dalam PC. Dalam memilih mobo (motherboard), pertama ditentukan untuk processor apa mobo tersebut, intel atau AMD. Kedua adalah fitur2 yang disediakan, seperti support atau tidak terhadap dual channel memory, pci express, sata, hd audio, dll. Ketiga adalah overclockability. Pilihan terakhir ini adalah yang wajib dimiliki oleh sebuah mobo, karena kinerja PC dalam mendongkrak performa game salah satunya adalah dengan overclock. Jika untuk urusan harga, sepertinya mobo dengan performa tinggi masih terhitung mahal. Namun yang menjadi perhatian disini adalah kompatibilitas mobo dengan teknologi yang tergolong baru, untuk bisa memainkan sebuah game dengan sempurna. Saya persempit lagi spesifikasi mobo ini: intel atau AMD, support dual channel memory, pci express 16x, sata II, overclockable, dengan chipset nvidia atau Ati. Untuk multi VGA, sepertinya kita urungkan dahulu, karena dengan single VGA pun game2 terberat masih bisa lancar dimainkan. Mungkin 2-3 tahun lagi multi VGA seperti SLI dan crossfire baru bisa benar2 diterima dan menjadi spesifikasi wajib gaming PC. Untuk mobo gaming PC saya rekomendasikan Biostar T-Force 560 AM2. karena murah, $75, mobo ini sudah mendukung dual channel, SATA II, pci express, hd audio, dan yang jelas overclockable.

 

4. VGA

VGA sebagai periferal terpenting dalam gaming PC bertugas memproses data menjadi tampilan visual, 3D (render). Jadi walaupun memory kenceng, processor tinggi frekuensinya, tapi kalo VGA kurang bertenaga, maka sia2 saja game yang dimainkan. Tidak sempurna, patah2, lambat, macet, dan segala perasaan menjengkelkan campuraduk menjadi satu…. tidak akan terjadi hal seperti itu jika kita memakai VGA yang mumpuni. Syaratnya adalah frekuensi processor dan memory vga tinggi, bandwith memory juga lebar, pendingin VGA yang efektif, dan pci express. Frekuensi processor VGA sama seperti processor utama dalam PC, semakin tinggi maka semakin cepat kinerja dalam pengolahan, khususnya pengolahan grafis. Memory VGA juga sama, semakin tinggi frekuensi semakin cepat data yang di transfer, berkorelasi dengan lebarnya bandwith. Bandwith VGA dinilai dalam satuan bit. Semakin tinggi frekuensi, semakin cepat proses pengolahan grafis, maka processor dan memory VGA juga semakin panas. Maka dibutuhkan pendingin VGA yang efektif, untuk mereduksi panas. Kenapa harus pci express? Karena interface VGA jaman sekarang adalah pci express, teknologi terbaru yang menjanjikan transfer data lebih cepat, dan teknologi ini masih akan bertahan hingga waktu kedepan. Tips memilih VGA yang bertenaga adalah dengan spesifikasi berikut ini: frekuensi processor dan memory VGA tinggi, 600-700Mhz untuk processor, 800-1400Mhz atau lebih untuk memory (> lebih baik). Sebagai tambahan, untuk frekuensi memory VGA diatas 1000Mhz, kini diistilahkan sebagai DDR3. Bandwith lebar sekitar 128-256bit, biasanya VGA dengan memory DDR3 sudah memakai 256bit, bahkan ada yang 512bit, walau jarang. Pendingin yang efektif juga dibutuhkan. Heatsink VGA berfungsi untuk membuang panas pada processor dan memory. Pilihlah VGA dengan heatsink yang lebar, dengan fan besar, dan berbahan alumunium, atau tembaga. Hal ini sangat efektif untuk membuang panas di VGA. Rekomendasi untuk VGA: HIS Radeon 2600XT DDR3 Turbo IceQ. 256MB, 600Mhz-1600Mhz, 128bit, dengan pendingin IceQ dari HIS, yang sangat terbukti mereduksi panas. Seri Turbo dari HIS bisa di-overclock hingga 40%, meningkatkan frekuensi processor dan memory menjadi 890Mhz-1920Mhz, cool!!! Harganya untuk ukuran VGA high end termasuk murah $137, bandingkan dengan kompetitornya GeForce 8800GTS yang $365. Sebagai informasi, grafik Nvidia dan Ati memiliki karakteristik berbeda, secara performa Nvidia (GeForce) menang di performa, namun untuk kualitas gambar Ati (Radeon) masih jauh diatas Nvidia. Monggo, mau pilih performa atau kualitas?

5. Harddisk

Harddisk sebagai sebuah media penyimpanan data dari tahun ke tahun semakin berkembang. Jika dulu kita membeli sebuah paketan PC, harddisk standardnya adalah 40GB, kini harddisk dengan kapasitas 500GB hingga TB (terrabyte, 1000+GB) juga sudah ada. Namun apakah memilih Harddisk untuk gaming PC hanya cukup berkapasitas besar? Tidak… ada beberapa kriteria untuk memilih harddisk dalam gaming PC. Pertama adalah kapasitas. Game2 jaman sekarang sangat rakus akan ruang harddisk, NFS Pro Street, Crysis, Call of Duty 4, rata2 membutuhkan ruang 4-8GB, bahkan game the Sims 2, lengkap dengan expansion packnya, hingga yang terbaru kini Free time memakan ruang sebesar 12GB. Dibutuhkan setidaknya harddisk dengan kapasitas 160GB, dalam gaming PC. Selain ukuran kecepatan transfer data juga diperhitungkan. Buffer, dalam processor similiar dengan bandwith. Semakin besar buffer sebuah harddisk, maka transfer data dari harddisk ke periferal yang lain juga semakin cepat. Buffer sebuah harddisk dinilai dalam satuan MB, kini yang tercepat adalah 16MB. Selain itu adalah interface. Harddisk jaman sekarang memakai interface SATA II, yang menjanjikan transfer data sebesar 3GB/detik. Sebelum teknologi SATA, harddisk memakai interface yang sama dengan CD Rom, yaitu IDE. Namun berkembangnya teknologi, dibutuhkan transfer data yang lebih tinggi, maka interface IDE mulai digantikan dengan SATA, yang menjanjikan transfer data sebesar 1,5GB/detik. Untuk harddisk dalam gaming PC syaratnya adalah minimal 160GB, Buffer 16MB, dan SATA II. Rekomendasi: HITACHI Desktar 250GB SATA II. Sangat sulit mencari harddisk berinterface murni SATA II di pasaran, maka inilah satu2nya harddisk SATA II dengan buffer 16MB yang murni SATA II, agak mahal tapi performa oke bgt!!! $75 Tips…. Jangan pernah beli harddisk dengan merk SEAGATE!!! Dibengkel kami, ada merk haram, dan kami nggak akan pernah memakainya, SEAGATE dan VIA (mobo berchipset VIA) :)

6. Power Supply

Power supply unit (PSU), adalah sebuah komponen vital yang sering dilupakan orang. Kita kadang sering mengalami PC tiba2 hang, restart, atau kadang harddisk mengalami bad sector bahkan mati, begitu pula dengan periferal yang mati…. Ternyata PC mengalami stroke, serangan jantung. Setelah diteliti, ternyata PSU yang mengklaim mampu menyuplai daya sebesar 500watt, adalah penyebab serangan jantung atau stroke pada PC… Mengapa kok bisa, padahal 500watt? Itu adalah pernyataan klien ketika datang ke bengkel kami. Setelah PSU kami lepas dari case PC, dan saya menunjukkan Enermax 530Watt, saya bandingkan PSU klien dengan PSU kami, ketahuan jelas bedanya. Enermax ternyata berbobot sekitar 2kg, sementara PSU klien cuma 1/4nya. PSU klien cuma bisa menyuplai daya sekitar 300watt, padahal banyak sekali periferal yang terpasang disitu, harddisk 2, asesoris2, cd dvd rom, dll. Beruntung hanya 1 harddisk yang mengalami bad sector, dan itu masih bisa dibetulkan. Jadi apa kesalahannya? PSU yang murahan ternyata membawa dampak buruk bagi PC. Terlebih PSU bawaan casing, walaupun katanya 500watt, namun nyatanya efisiensinya cuma 300watt. Dalam gaming PC, sangat terlarang untuk memakai PSU bawaan casing. Bukan karena sombong, namun lebih pada alasan kesehatan PC. Sangat dianjurkan memakai PSU pure power, yang dibeli terpisah dengan casing. Untuk periferal gaming PC dengan single VGA, pure power 450watt adalah rekomendasi. Pure power PSU memiliki efisiensi 90% dari power yang di klaim, jadi jika 450 watt, maka daya sesungguhnya hanya 400watt (dalam kondisi full load). Maka, kekurangan daya dapat diminimalisir, sehingga kerusakan seperti yang dialami klien kami tidak akan terjadi J rekomendasi: Powerlogic Atrix 500watt. Selain Pure power, PSU ini juga keren, pake casing acrylic, pokoknya atraktif bgt, cuma $57

 

7. Monitor LCD

Monitor LCD kini lambat namun pasti menggeser CRT. Terlebih dengan tampilan yang futuristik, hemat listrik dan gamer bgt… Gaming PC tanpa LCD seolah bagai sayur tanpa garam. Memang pada kenyataannya kita masih bisa memainkan game dengan monitor CRT, namun alasan kesehatan tampaknya perlu dipertimbangkan. Bermain game tidak hanya 1-2 jam, namun bahkan bisa sampai berjam2, bahkan dalam kondisi ekstrem, seorang gamer sejati pernah berminggu2 didepan PC hanya untuk bermain game. Radiasi CRT begitu besar, bahkan dapat menyebabkan gangguan penglihatan, juga kerontokan rambut (pengalaman pribadi). LCD dipilih karena futuristik, hemat listrik, dan bebas (kecil) radiasi. Namun sepertinya alasan kuat dipakainya LCD dalam gaming PC adalah alasan futuristik, keren! Masak ada sih, PC dengan periferal keren kok monitornya CRT (biasa)??? Ini mungkin hanya alasan prestise saja, untuk memakai LCD. Tapi ya sekali2 lah, mengikuti gaya hidup modern. Memang sudah saatnya CRT lengser dari dunia perkomputeran, hehehe. Rekomendasi, pilihlah LCD wide screen aspect ratio 16:9, 19″, respon time 2ns, maka game2 siap dimainkan dengan sempurna. Sebuah LCD Viewsonic 19″ Widescreen dihargai $245

 

Dari 7 periferal  diatas, jika dihitung2 total pengeluaran untuk membangun sebuah gaming PC adalah: $709, jika dirupiahkan (Rp.9200 untuk $1), maka: Rp. 6.522.800,- Jika masih ditambah periferal lainnya seperti DVDROM/RW, Casing, Keyboard, Mouse, Speaker, diasumsikan tambah 1juta, maka total semuanya menjadi 7,5jt. Mungkin terasa mahal untuk ukuran Desktop PC, dan orang mungkin beranggapan mending beli laptop… namun jika kembali ke fungsinya, maka sebuah notebook seharga 7,5juta takkan pernah berarti jika dibandingkan dengan gaming PC, dimata seorang gamer sejati… Beda Fungsi Boss…. Jadi kini tentukan mau ngegame apa mau makan gengsi? Monggo…

DIY (Do it Yourself) Gaming PC Desktop (Pengenalan) Maret 9, 2008

Posted by rpmworkshop in Umum.
Tags: , , ,
add a comment

gaming PC

Ketika kita berencana membeli sebuah PC, apakah sempat terlintas di benak kita “untuk apa sih PC ini?”hmm, sekitar 5 tahun lalu saya membeli sebuah PC, PC pertama saya. Saat itu saya tergiur dengan harga yang relatif murah, Rp. 3.700.000,- dengan spesifikasi prosesor Intel Celeron 1.7Ghz L2 128kb socket 478, Maxtor Diamond Max 30GB, Visipro 128MB PC 2100, GeForce 2MX 400 64MB, CDROM Samsung, plus segala macam periferal pendukungnya. Saya merasa cukup puas, karena bisa dipakai untuk mengetik, nonton film, mendengarkan musik mp3, dan bermain game. Fungsi terakhir inilah yang pada akhirnya membawa saya menekuni dunia perkomputeran, khususnya hardware. Pertama kali memiliki sebuah PC, saya menjadi kecanduan bermain game, game bergenre adventure, FPS, adalah game favorit saya. Sementara strategi, race, walau sering juga saya mainkan, saya kurang menyukainya. Pada awalnya game2 tersebut begitu menyenangkan dimainkan, namun seiring berjalannya waktu, game2 baru terasa menyebalkan. Game2 tersebut membutuhkan spesifikasi hardware tinggi, sedangkan PC saya tersebut sudah kurang bertenaga untuk bisa mengolah game. Hmm.. pada akhirnya satu demi satu periferal yang ada mulai harus di upgrade.

Bukan berarti game2 baru ini tidak bisa berjalan di PC tersebut, bisa saja, namun terasa sangat lambat dan menyebalkan rasanya… Periferal pendukung seperti VGA, memori, harddisk secara bertahap diganti dengan yang baru dan lebih bertenaga. Bermain game tambah menyenangkan. Seiring berjalannya waktu pula, teknologi komputer semakin bertambah canggih, hingga akhirnya PC saya itu tidak lagi bisa di upgrade dan kini entah berada dimana… (entah kini ada dimana, karena periferal2nya ada yang rusak, dijual, bahkan saya berikan pada orang lain, sekitar 2 tahun lalu…) Kini dengan desktop yang sudah bisa dibilang “tua” saya tetap bisa bermain game2 terbaru dengan lancar2 saja J apakah rahasia bisa berjalan dengan enteng? Jawabannya ada pada paragraf awal tulisan ini “PC ini mau dipake buat apa?” pertanyaan itulah yang bisa membuat PC saya tua2 keladi”

Ketika saya merencanakan untuk membeli PC, saya memutuskan bahwa PC ini fungsi utamanya adalah untuk bermain game. Sebagai pertimbangan, gaming adalah sebuah fungsi terberat sebuah PC. Jika sebuah PC bisa digunakan untuk menjalankan game terbaru dan terberat (membutuhkan spesifikasi tinggi) sekalipun, maka fungsi yang lain otomatis lewat (lancar2 saja). Aplikasi grafis, office, multimedia, secara signifikan jauh berada dibawah aplikasi game (resource, performance), tidak membutuhkan proses berat. Maka, jika kalian ingin memiliki sebuah PC serba bisa, maka gaming PC inilah yang seharusnya menjadi motivasi utama ketika merencanakan membeli sebuah PC.

Sebuah gaming PC sebenarnya tidak membutuhkan prosesor yang mahal atau cepat. Prosesor cepat, mahal bagi saya= percuma!!! Pernahkah kalian merasa bangga ketika membeli sebuah PC/ notebook dengan prosesor tinggi? Misalnya PC dengan prosesor Intel Core 2 Duo. Saya rasa semuanya pasti akan bangga jika memiliki sebuah PC/ notebook berprosesor tinggi. Namun untuk apakah prosesor tinggi tersebut? Sebuah pembodohan massal menurut saya. Selama ini kita hanya melihat dari segi prestisius, ketika kita memiliki alat dengan teknologi tinggi, namun pemanfaatannya tidak maksimal. Untuk apa core 2 duo yang katanya 2/4 prosesor dijadikan satu (untuk meningkatkan performa dalam pemrosesan data) jika cuma dipake buat hotspot, chatting, ngetik, pamer doang, hanya untuk gengsi kan? Sama halnya seperti orang awam yang membeli hp dengan teknologi mutakhir, mungkin seharga 9 jutaan, namun hanya dipake buat telepon atau SMS doang? Hehehehe…

Sebuah gaming PC tidak diukur dari kinerja prosesornya, namun dari periferal pendukungnya. Celeron 2.0Ghz saja sudah bisa dipake buat menjalankan game2 terbaru dan terberat sekalipun. Kunci dari sebuah gaming PC adalah pada memori dan VGA. Biarpun prosesor mungkin Intel Celeron (prosesor yang dipandang sebelah mata oleh orang awam) atau AMD Sempron (“Celeron”nya AMD), namun jika memakai memori dengan speed tinggi dan kapasitas besar, VGA juga dengan engine grafis & memori berkecepatan tinggi, sangat mungkin untuk bisa memainkan sebuah game terbaru dan yang membutuhkan spesifikasi hardware tinggi. Tentu jika dibandingkan dengan PC berprosesor tinggi namun periferal pendukung standar.

Untuk memori, gaming PC membutuhkan memori tinggi, setidaknya minimal 2x diatas standar rekomendasi (spesifikasi minimum memori sebuah PC sekarang ini adalah 512 MB, so gaming PC seharusnya minimal 1 GB atau lebih). Sedangkan untuk VGA, kriteria sebuah VGA standar sekarang adalah NVIDIA GeForce seri 7xx, sedangkan untuk ATI adalah seri XK (seri 1000). VGA seri tersebut adalah VGA yang kini sedang banyak dipakai, walaupun seri 8xx untuk NVIDIA dan 2000 untuk ATI juga sudah banyak dipasaran. Rekomendasi sebuah VGA untuk gaming PC adalah memiliki lebar data minimal 128bit, memori DDR3 (diatas 1000Mhz), kapasitas memori 256MB, walaupun masih banyak lagi kriteria yang cukup beralasan. Namun pada intinya, untuk menciptakan sebuah mesin game (gaming PC), tidak perlu memakai prosesor tinggi, namun lebih menitikberatkan pendukung performa, yaitu memori dan VGA. Sebagai contoh, inilah spesifikasi PC saya yang masih sangat bertenaga untuk menjalankan sebuah game terberat sekalipun:

 

(cetak tebal adalah periferal vital sebagai gaming PC)

 

Hmm.. mungkin cukup sekian dulu, secepatnya saya akan kembali menulis tentang gaming PC lagi, tips2 memilih periferal yang tepat ketika akan membangun sebuah PC serba bisa, secara detil dari setiap periferal yang dibutuhkan, termasuk tips dan trik hardware. Terimakasih, wasalam….

 

 

Mengenal overclock Januari 27, 2008

Posted by rpmworkshop in Umum.
Tags: , ,
6 comments

kingston_hyperx_overclock

Assalamu’alaikum…

Temen2 semua, udah pernah denger istilah overclock? Buat kalian yang hobi motor, overclock mungkin sama dengan tune up motor, supaya motor bisa lari kenceng, enteng, gaul, pokoknya ngebut deh. Overclock sama halnya, Cuma yang di tune up adalah komputer/ PC. Saya mau sedikit berbagi pengalaman dengan kalian, dan memberikan sedikit gambaran mengenai overclock, biar kalian yang katanya suka internetan, ngeblog, deket selalu sama PC or notebook, tapi kok cuma bisa buat ngetik, buat ngegame lemoth… Nih ceritanya….

Overclock, tentu sudah pernah Kalian dengar. Per definisi artinya adalah menjalankan komputer pada kecepatan clock lebih tinggi dari spesifikasinya, menurut Wikipedia overclock artinya menjalankan sebuah komponen komputer diatas dari clock rate dari yang seharusnya. Misalnya Athlon 64 3000+ dengan default frekuensi 1800Mhz (1,80 Ghz) dijalankan pada clock 2800MHz. Overclock memang menjadi keasyikan tersendiri bagi penggemar komputer. Dengan sistem minimal, pengguna berusaha kreatif untuk mencari, bagian mana pada sistem yang masih bisa dioptimalkan, dengan tambahan biaya dan periferal seminim mungkin. Meski terdengar berbahaya, tapi jika Kalian melakukan overclock dengan hati-hati dan tidak bernafsu maka resikonya akan kecil sekali, dan hasil yang didapat akan sangat menyenangkan dan membanggakan. Intinya hati menjadi tentram, bungah, seperti ketika cewek yang kita cintai menjawab tembakan kita “iya, aku mau jadi pacar kamu… kita jadian yah…” Huhuwww….

Untung Rugi Overclock

Keuntungan overclock jelas, PC dapat bekerja lebih cepat. Tapi juga ada risiko untuk langkah ini. Yang paling ringan adalah CPU tidak mau bekerja alias hang. Yang paling pahit, chip prosesor rusak permanen akibat suhu prosesor yang terlalu tinggi. Prosesor yang bekerja pada suhu yang tinggi ini dapat berkurang umurnya, yang memang didesain untuk bertahan kurang lebih selama kurang lebih 10 tahun. Namun, orang yang iseng barangkali telah mengepak komputer yang dipakainya sepuluh tahun lalu dalam sebuah kotak kaca dan dipajang di kamar pribadi atau ruang kerja sebagai peninggalan sejarah. Maka pertimbangkan! Apakah dalam 10 tahun ke depan Kalian tidak ingin mengganti prosesor yang sekarang Kalian pakai? Apakah Kalian yakin pada saat itu prosesor Kalian masih bisa digunakan untuk aplikasi masa depan? Jika memang Kalian tidak akan memakai prosesor tersebut sepuluh tahun mendatang, mengapa tidak mencoba overclock saja? Untuk mengatasi masalah suhu, harus dilakukan usaha pendinginan. Pendinginan inilah yang akan menjadi perhatian utama kita dalam overclock. Beberapa tahun yang lalu, overclock biasanya hanya memaksa prosesor bekerja pada clock speed satu level di atasnya, misalnya Pentium 120MHz ke 133MHz. Tapi sekarang, dengan berkembangnya bus speed pada motherboard, kalian juga dapat menggeber clock dan bus speed.

CPU Clock dan BUS Clock

Pada overclock ini, penting untuk mengetahui konsep tentang CPU clock dan bus clock. CPU clock adalah sinyal frekuensi di dalam CPU, termasuk prosesor. CPU clock inilah yang sering disebut pada spesifikasi prosesor. Contohnya Pentium 4 2,4GHz. Artinya, prosesor tersebut berjalan/ memiliki kecepatan 2,4GHz. Clock artinya bukan arloji atau jam. Di sini maksudnya adalah sinyal yang digunakan oleh prosesor untuk memicu terjadinya suatu proses. Lebih jelasnya begini. Andaikan sebuah prosesor akan melakukan proses penjumlahan, yang dilakukan pertama kali adalah mengambil data dari memori. Tapi penjumlahan tidak bisa langsung dilakukan, karena menunggu sinyal clock, yang analog dengan pemicu pistol. Semakin tinggi frekuensi clock/clock speed, semakin banyak sinyal picu/trigger yang disediakan dalam satu periode tertentu, sehingga akan semakin banyak proses yang dapat dipicu pada periode tersebut. Misalkan PC Pentium 4 2,4GHz. Prosesor ini memiliki frekuensi clock 2400 juta sinyal per detik. Andaikan untuk sebuah proses penjumlahan memerlukan 1 buah sinyal clock, maka dengan prosesor Pentium 4 2,4GHz, dapat dilakukan maksimal 2400 juta kali proses penjumlahan. Bus clock sendiri merupakan clock yang terjadi pada jalur data (bus) di motherboard. Bus ini diibaratkan dengan jalan raya, yang akan dilewati bit-bit data, di mana data dikaliankaikan dengan mobil di jalan raya. Bus clock akan menjadi panduan saat transfer data antar komponen melalui bus. Contohnya, transfer data dari dan ke RAM atau harddisk akan melalui bus, dan akan dipicu oleh bus clock. Bus yang ada dalam motherboard biasanya memiliki clock standar. AGP (Accelerate Graphic Port) misalnya, clock standarnya 66MHz. Atau PCIE (PCI Express) untuk interface grafik mutakhir, dengan clock standar 100Mhz Jika bus-bus tersebut digeber di atas clock standarnya dan ternyata periferal yang terhubung tidak mampu bekerja di atas clock standar, maka sistem tidak dapat bekerja normal. Resep pertama untuk melakukan overclock adalah Kalian harus sudah paham kerja sebuah komputer dan mengenali komponen-komponennya.

Tipe Overclock

Hubungan antara CPU clock dan bus clock dijalin oleh sebuah pengali/multiplier. Secara sederhana, CPU Clock = Bus Clock * Multiplier. Misalkan, AMD Athlon64 3000+ dengan clock speed standarnya yaitu 1800MHz adalah hasil perkalian bus clock 200MHz dengan multiplier 9 (sembilan). Pentium 4 2,4GHz adalah perkalian bus 200MHz dengan multiplier 12. Bisa juga perkalian bus clock 266MHz dengan multiplier 9. Lho, kan jadinya 2,394GHz (2394MHz)? Memang, ada pembulatan agar menjadi angka yang utuh. Dengan demikian, untuk melakukan overclock, yang dapat ditingkatkan adalah bus clock, multiplier, atau keduanya. Jika yang dinaikkan multipliernya, maka CPU clock akan naik, tapi bus clock tetap. Untuk contoh di atas, pada AMD Athlon64 3000+ (1800MHz real), jika multipliernya dinaikkan menjadi 15, maka CPU clock naik menjadi 3000MHz real. Tapi jika bus clock yang dinaikkan, otomatis CPU clock juga akan naik. Contohnya, Pentium 4 2,4GHz dengan bus clock 200MHz dan multiplier 12 bakal jadi Pentium 4 3GHz jika bus clock digenjot sampai 266MHz. Akan lebih baik jika yang dinaikkan adalah bus clocknya. Tapi alternatif yang kedua lebih sulit mengingat kemampuan periferal yang terhubung ke bus kemungkinan tidak mampu bekerja di atas clock standarnya. Jika CPU clock sudah mentok, sementara bus masih perkasa, turunkan saja multipliernya dan naikkan bus clock. Ini masih lebih baik dari alternatif pertama.

Persyaratan Hardware

Untuk overclock, yang menjadi perhatian utama adalah prosesor, motherboard, dan memori, karena ketiga komponen inilah yang nantinya akan menetapkan keterbatasan overclock. Pada prosesor dan motherboard, keterbatasannya adalah pada suhu kerja. Clock yang tinggi akan meningkatkan panas pada kedua komponen, dan pada taraf tertentu akan mengakibatkan komputer hang atau bahkan tidak mau membaca hard disk saat booting.Untuk prosesor, Intel adalah produsen prosesor yang mengharamkan overclock selain AMD yang mendukung penuh untuk urusan overclock. Untuk motherboard carilah motherboard dengan kualitas yang baik dan dapat mendukung beberapa macam bus clock serta multiplier. Selain itu, carilah motherboard yang memiliki dukungan untuk berbagai suplai tegangan CPU. Biasanya mulai 1,1 volt sampai dengan 2,3 volt dengan kenaikan per 0.025. Jika board tersebut mendukung suplai tegangan yang lebih tinggi dari 2.3 volt misalnya, ini lebih baik lagi, karena mungkin akan diperlukan untuk mensukseskan overclock dengan menaikkan suplai tegangan prosesor. Sampai saat ini motherboard yang memiliki spesifikasi seperti di atas adalah motherboard dengan chipset N-Force 4, 5, dan 6, keluaran NVIDIA, walaupun saingan terberatnya yaitu ATI juga mengeluarkan chipset yang tak kalah garangnya (RD 580). Pada memori, bus clock yang tinggi kemungkinan tidak mampu diikuti oleh memori. Peningkatan bus clock akan meningkatkan kecepatan baca dan tulis ke memori sehingga jika memori tidak mendukung, akan terjadi kegagalan proses baca dan tulis ke memori. Semakin cepat waktu akses (access time) suatu memori, akan semakin mendukung bus clock yang tinggi. Sekarang adalah jamannya memori DDR2 yang mempunyai clock lebih tinggi dibandingkan memori generasi sebelumnya, yaitu DDR. Memori jenis DDR2 ada beberapa tipe. Kelas standar yaitu PC-4200 (530MHz), PC-5300 (667MHz), PC-6400 (800Mhz). Kelas Ekstrim yaitu PC-8500 (1060MHz), PC-9600 (1200MHz), dan PC-10660 (1333MHz) yang muncul belakangan ini.

Tentang Prosessor Intel

Sebelum generasi Pentium 2, kita dengan mudah bisa mengoverclock prosesor keluaran intel dengan cara menaikkan multiplier, Namun sejak munculnya Pentium 2, harapan untuk overclocking dengan cara memanipulasi multiplier musnah sudah karena sejak saat itu intel telah mengunci multiplier prosesor buatannya dan hingga kini belum ditemukan satu cara pun untuk membukanya kembali. Satu-satunya cara untuk mengoverclock prosesor intel adalah dengan cara menaikkan FSB. masalah akan timbul ketika kita dengan sembarangan menaikkan FSB begitu saja tanpa memperhatikan faktor lain. Lantas bagaimana kita bisa mengetahui prosesor yang baik untuk dioverclock? Untuk prosesor Intel pilihlah yang mempunyai clock speed terendah didalam setiap variannya. Mengapa? … Begini, core prosesor dibuat di dalam satu tempat yang disebut wafer. Dari sebuah wafer dapat dibuat ratusan core prosesor. Prosesor intel ber-FSB 800MHz mulai 2,4GHz, 2,8GHz dan 3GHz dibuat dalam satu wafer. Lho… mengapa kecepatannya berbeda? Kualitas prosesor terbaik adalah yang tercetak pada bagian tengah wafer, semakin kepinggir kualitasnya semakin menurun. Karena alasan kestabilan prosesor yang tidak lulus uji kecepatan 3GHz, akan diuji pada kecepatan 2,8GHz. Jika masih tidak lulus uji maka diturunkan ke 2,4GHz. Umumnya pada kecepatan ini prosesor mampu bekerja dengan baik. Karena alasan itulah maka bisa jadi prosesor 2,4GHz yang sekarang beredar bisa digeber pada kecepatan 3GHz dengan melakukan beberapa manipulasi. Misalnya menaikkan tegangan inti (V core).

Memori Untuk Overclocking

Dalam memilih memori gunakan yang frekuensi kerjanya diatas Bus maksimal motherboard. sebagai contoh jika kalian memakai motherboard ber-FSB 333MHz, maka pakailah memori dengan Bus 400MHz atau di atasnya. Ini untuk menjaga panas berlebih yang ditimbulkan akibat terjadinya kenaikan FSB. Selain itu pilihlah memori yang memang ditujukan untuk overclock karena pada keadaan standar memori jenis ini sudah dalam keadaan agresif. Untuk kelas ekstrim DDR2, default frekuensi standar adalah 800MHz (PC-6400), untuk bisa mencapai frekuensi ekstrim (1333MHz), harus disetting melalui BIOS (dalam kondisi overclock). Uniknya, untuk memori modulnya, dilengkapi dengan heatspreader, berupa lempengan logam menutupi chip memori, yang dimaksudkan untuk mereduksi panas akibat proses yang berjalan cepat. Tidak semua chip memori bisa mencapai frekuensi ekstrim, hanya chip2 tertentu, misalnya Samsung TCCD, Micron D9, Winbond BH5 atau tipe2 tertentu dari Hynix, Infineon, dan lainnya. Misalnya sekarang kalian memakai memori DDR 400 yang berarti bekerja pada frekuensi 200MHz. Saat ini kalian menaikkan FSB prosesor sebesar 205MHz, berarti secara tidak langsung kalian telah menaikkan frekuensi memori menjadi 205MHz yang akhirnya menghasilkan frekuensi efektif sebesar 410MHz. Modus seperti ini memiliki perbandingan frekuensi 1 : 1, jadi memori dan prosesor bekerja sebanding dalam frekuensi yang sama. Saya ulangi, misalnya jika prosesor bekerja pada frekuensi 300Mhz, maka memori juga bekerja pada frekuensi yang sama. Modus yang seperti di atas disebut Synchronous. Nah disinilah faktor motherboard dan memori modul sebagai komponen vital teruji karena tidak semua motherboard mempunyai fitur tersebut, dan tidak semua memori bisa bekerja di frekuensi yang tinggi. Alternatif lain adalah sebagai berikut, andaikan kalian memakai DDR PC-3200 dan dioperasikan dengan mode 5:4, maka akan didapat 200MHz * 5/4 = 250. Mode ini bila dijalankan pada prosesor intel 2,4C maka akan terjadi nilai overclock : 12 * 250MHz = 3GHz. Sedangkan memori akan tetap bekerja pada frekuensi 200MHz (DDR 400) alias modus Asynchronous.

Langkah Demi Langkah

Nah inilah saatnya kita bermain-main. Sebelum mulai, siapkan dulu manual dan benda-benda yang menggambarkan konfigurasi motherboard, prosesor, dan Memori modul, karena banyak keterangan yang nantinya akan kita cari di situ. Bagaimana jika buku manual hilang atau tidak disertakan oleh penjualnya ketika Kalian membeli? Jangan khawatir, dengan trik tertentu dan sedikit keberuntungan, mungkin kita bisa mendapatkan keterangan tentang hardware kita. Keberuntungan itu sangat tergantung dari merek motherboard yang Kalian beli. Untuk memulainya, pastikan sistem kalian dalam keadaan standar dan kalian telah melakukan optimalisasi windows. Untuk memastikan bahwa sistem dalam keadaan standar kalian bisa menggunakan SiSoftware Sandra, Cpuz, atau Everest, untuk mengecek seluruh setingan yang berkaitan dengan frekuensi kerja sistem PC. Bila perlu jalankan dulu 3Dmark 06 sekali saja untuk mengetes kestabilan awal lalu catat skornya. Pastikan juga kalian telah paham betul dengan karakteristik hardware yang akan di overclock. Restart PC kalian, masuk ke BIOS cari fitur untuk pengaturan FSB dan multiplier. Pastikan Frekuensi PCIE/PCI = 100MHz/33MHz dengan mengaktifkan opsi AGP/PCIE divider (jika ada) atau PCI lock agar frekuensi AGP/PCIE/PCI tidak turut terpengaruh dengan naiknya FSB. Biasanya motherboard keluaran terbaru sudah menyertakan fitur PCI lock ini.Mengapa? sebab jika AGPPCIE/PCI ikut naik bisa dipastikansistem akan berjalan tidak stabil. Seperti kita tahu harddisk adalah salah satu komponen yang terhubung ke port IDE, dan IDE termasuk komponen PCI yang dikontrol oleh chipset south bridge yang frekuensinya turut naik jika ada kenaikan FSB. Apa akibatnya jika frekuensi kerja IDE mengalami kenaikan? yang jelas akan terjadi gangguan pada platter harddisk sehingga data menjadi korup. Dengan alasan inilah maka kita harus menjaga supaya AGP/PCI tetap pada keadaan standar. Langkah selanjutnya naikkan dulu FSB per 1MHz, lalu simpan perubahan di BIOS. Langkah pertama ini biasanya sukses. Jika windows berjalan lancar restart kembali PC kalian dan masuk ke BIOS lalu ulangi lagi langkah diatas sampai mendapatkan keadaan dimana PC masih bisa booting tetapi sudah tidak bisa masuk windows. Sampai disini ada beberapa kemungkinan mengapa tidak bisa masuk windows.

  • Kemungkinan pertama kekurangan tegangan dan daya dari power suplai, gantilah dengan power suplai terbaik adalah yang mempunyai power output 500 Watt, atau lebih

  • Kemungkinan kedua prosesor kalian memang sudah tidak mampu lagi dioverclock.

  • Kemungkinan ketiga Kualitas motherboard yang memang bukan untuk keperluan overclock.

Bagaimana jika ketiga kemungkinan di atas sudah terpenuhi? artinya semua sudah memenuhi syarat. Berarti kalian harus menurunkan multiplier. Coba turunkan 0.5 point kemudian restart lagi. Jika ini pun masih hang, ulangi langkah di atas sampai bisa masuk windows. Sampai disini sukses. Semudah itukah? Ya memang!!! Tapi jangan senang dulu…Kalian harus melakukan prosesi yang bagi kalangan overclocker populer dengan sebutan Benchmark.

Pengujian

Pengujian yang dilakukan ada dua tahap. Tahap pertama, pengujian terhadap kekuatan prosesor dan komponen lainnya. Jika semua komponen mampu melewati Power On Self Test (POST) dan tidak mengalami hang setelah dinyalakan selama 2 jam, misalnya, uji lagi dengan menjalankan beberapa macam aplikasi. Semakin banyak resource yang digunakan aplikasi, akan semakin baik Lalu, ukur kemampuannya menggunakan software2 benchmarking. Yang sering digunakan biasanya Sisoft sandra, 3Dmark 03/06, Pcmark 2005, Super Pi, OCCT, toast, atau prime 95. Jika pengujian berhasil, SELAMAT! Kalian telah berhasil melakukan overclock. Jika Kalian seorang yang kreatif dan pemberani, Kalian dapat mencoba konfigurasi yang lain untuk menentukan konfigurasi yang paling optimal. Benchmark 3DMark2006 pada setting 1024*768 32 bit, pada prinsipnya untuk menguji ketahanan prosesor. Untuk menguji performansi input/output sistem, digunakan pengujian Sysmark 2002, yang akan menjalankan aplikasi MS Word, Excel, Powerpoint, Adobe, dan Corel. Pengujian kestabilan dilakukan dengan demo 3Dmark2006 1280*1024 32bit dengan 2 sampel AA selama 1 jam. Catat skornya, bandingkan dengan skor sebelum di overclock. Untuk menguji kestabilan, komputer hasil overclock kalian harus diuji menggunakan software Prime95, Super Pi atau OCCT suatu freeware yang terkenal di kalangan overclocker untuk menguji kestabilan prosesor. Software ini melakukan perhitungan matematika yang kompleks, sehingga penggunaan prosesor optimal sampai 100%. Perbedaannya dengan software benchmark lain seperti 3Dmark2006, jika prosesor mengalami kegagalan, Prime95, Super Pi, atau OCCT otomatis akan fail. Sedangkan pada 3Dmark2006, software tetap jalan, namun ada bintikbintik cacat pada tampilannya. Memang, di kalangan overclocker, Prime95, Super Pi atau OCCT adalah standar keberhasilan.

Mengoverclock VGA Card

Sama seperti prosesor,mengoverclock sebuah kartu grafis, sesuai istilahnya, adalah membuat clock pada kartu grafis bekerja melebihi dari spesifikasi yang telah ditetapkan oleh pabrik pembuatnya. Umumnya, overclock kartu grafis dilakukan dengan menaikkan clock dari core (chip VGA-nya) maupun dengan menaikkan clock dari memori yang digunakan. Kombinasi paling baik adalah dengan menaikkan clock dari kedua komponen tersebut, baik core chip yang digunakan maupun memori. Pada kartu grafis yang memiliki keterbatasan utama pada bandwidth memori, menaikkan clock memori akan memberikan peningkatan lebih signifikan dibandingkan dengan menaikkan clock dari core saja. Radeon X1300 dan variannya adalah kartu grafis yang termasuk dalam jenis yang memiliki bottleneck pada memori. Secara umum mengoverclock memori Radeon X1300 akan memberikan hasil yang lebih signifikan dibandingkan dengan mengoverclock chip Radeon 515 rev sendiri. Kartu grafis tipe yang lain, masing-masing memiliki sifat yang berbeda-beda, tergantung dari arsitektur yang digunakan.

Cara Mengoverclock

Untuk melakukan overclock kartu grafis ini, cara yang paling umum adalah melalui software/program yang memang dirancang untuk itu, seperti ATI tool, Riva Tuner, Rage3Dtweak, dan powerstrip. Seringkali driver yang disertakan bersama kartu grafis telah memiliki fasilitas untuk overclock. Seperti HIS radeon pada seri tertentu yang menyertakan HISITurbo. Dengan memanfaatkan fasilitas bawaan seperti ini maupun program yang dirancang khusus untuk overclock kartu grafis, Kalian dapat menaikkan nilai clock dari core maupun memori hingga mencapai nilai maksimal yang masih dapat diterima dengan baik oleh kartu grafis Kalian.

Tentu saja, prosedur peningkatannya dilakukan secara perlahan-lahan. Satu hal yang perlu Kalian perhatikan adalah kestabilan dan tampilan dari kartu grafis Kalian. Apabila kestabilan telah terganggu maupun gambar yang dihasilkan sudah mulai memiliki artefak yang tidak diinginkan, sebaiknya clock dari core maupun dari memori diturunkan. Pemaksaan nilai clock yang berlebihan dapat merusak kartu grafis secara permanen. Overclock sendiri biasanya akan mengakibatkan suhu dari kartu grafis menjadi lebih panas dibandingkan dengan kondisi ketika tidak dioverclock. Hal ini dapat menurunkan umur dari kartu grafis itu sendiri. Untuk menambah kestabilan dan membuang panas yang berlebihan, dapat digunakan kipas maupun heatsink tambahan pada kartu grafis yang bersangkutan. Penggantian kipas maupun heatsink yang lama dengan yang lebih bertenaga dan besar dapat juga dilakukan. Penggunaan heatsink dan kipas ini juga bisa diterapkan pada chip memori, tidak terbatas pada chip VGA-nya saja. Sirkulasi udara pada casing juga sebaiknya diperhatikan, kelancaran aliran udara akan membantu perpindahan panas yang terjadi. Di samping melalui program yang dirancang khusus untuk overclock, overclock ini juga dapat dilakukan melalui BIOS. Overclock melalui BIOS ini biasanya dilakukan dengan mengganti BIOS dari kartu grafis yang digunakan dengan BIOS dari pihak ketiga yang memang dirancang dengan clock yang lebih tinggi. Overclock dengan cara seperti ini tidak terlampau sering dilakukan, berhubung BIOS dari pihak ketiga yang memiliki kriteria seperti yang diinginkan cukup jarang tersedia.

Overclock juga bisa dilakukan melalui BIOS pada motherboard (tidak semua jenis motherboard), khususnya yang memiliki pilihan multiplier untuk bus AGP/PCIE terhadap Front Side Bus (FSB) yang dapat dipilih secara manual, umumnya 1:2 dan 2:3. Untuk mainboard yang tidak memiliki pilihan seperti ini, mengoverclock bus AGP/PCIE akan mengoverclock sistem secara keseluruhan. Dengan pilihan 1:2 dan 2:3, Kalian bisa mengoverclock bus AGP/PCIE Kalian, hanya saja secara ekstrem. Sebagai gambaran untuk sistem dengan FSB sebesar 133MHz, multiplier yang digunakan secara default adalah 1:2 sehingga bus AGP adalah 66MHz. Bila multiplier diubah secara manual menjadi 2:3 maka bus AGP akan memiliki clock sebesar 88,67MHz. Tergantung dari kartu grafis yang digunakan, konfigurasi ini bisa saja dapat diterima dengan baik, meskipun bisa juga kestabilan menjadi terganggu atau bahkan sistem tidak mau dinyalakan sama sekali. Satu hal yang harus diingat adalah, konfigurasi seperti ini dapat merusak kartu grafis Kalian secara permanen. Risiko dari teknik overclock seperti ini adalah besar, jadi sebaiknya Kalian tidak mencobanya kecuali Kalian benar-benar mengetahui bahwa kartu grafis Kalian dapat menerima konfigurasi clock AGP/PCIE seperti ini.

Menstabilkan Kartu Grafis Hasil Overclock

Salah satu kawan sejati dari clock yang lebih tinggi adalah panas. Untuk mengatasinya diperlukan pembuangan panas yang baik. Ini bisa diperoleh dengan memasang kipas maupun heatsink tambahan, ataupun mengganti kipas dan heatsink yang lama dengan yang lebih baik lagi. Sirkulasi udara di dalam casing juga harus diperhatikan. Di samping melalui teknik pembuangan panas yang lebih baik seperti telah disebutkan, kestabilan juga dapat diperbaiki dengan menurunkan modus transfer AGP/PCIE yang digunakan dari 8x ke yang lebih rendah, terutama untuk overclock dengan meningkatkan clock dari bus AGP.

Kestabilan juga kadangkala dipengaruhi oleh driver yang digunakan maupun fitur yang diaktifkan. Ada baiknya driver yang digunakan adalah yang terbaru dan fitur yang digunakan juga fitur-fitur yang sekalian saja. Keberuntungan juga berperan dalam hal overclock ini. Keberuntungan yang dimaksud di sini berhubungan dengan kualitas dari kartu grafis yang dimiliki. Meskipun kartu grafis yang digunakan adalah sama (misalnya sama-sama GeForce4), batas maksimum dari clock yang dapat diterima oleh masing-masing kartu grafis tidak sama, bisa saja ada yang mencapai 250MHz untuk core-nya, namun ada juga yang hanya hingga 240MHz saja. Bila Kalian ingin menaikkan kinerja kartu grafis Kalian secara murah, overclock bisa Kalian coba. Hal yang penting sekali untuk diingat adalah risiko dari overclock ini, jangan sampai Kalian harus membeli kartu grafis yang baru.

Overview dan Review

Diatas, saya telah menuliskan garis besar bagaimana cara overclock. Tidak adil rasanya jika penulis cuma bisa mengajari, tanpa pernah membuktikan. Di kost, saya memiliki sebuah PC yang sudah agak lama, ini spesifikasinya:

  • AMD Sempron 2800+ (1600MHz), soket 754

  • DFI Infinity NF4X

  • HIS Radeon X1300 pro (core: 600, memory: 800)

  • Mushkin XP 512 MB PC 3200 (chipset SAMSUNG TCCD)

  • Maxtor 80GB SATA

  • X-Treme 500Watt

Dan aksesori yang lainSecara keseluruhan, PC saya kini bekerja pada frekuensi 2800Mhz (FSB 350 * multiplier 8), memori berjalan pada modus Asynchronous 4:3 sehingga menghasilkan frekuensi 280 Mhz (PC-4500, bandingkan dengan defaultnya yang cuma PC-3200, yang bekerja pada frekuensi 200MHZ). Peningkatan VGA saya oprek dengan Ati Tool, sehingga core frekuensi menjadi 666MHz, namun untuk memori VGA kurang bisa maksimal, cuma 415Mhz (830Mhz dalam DDR), jika diatas itu VGA menjadi hang. Untuk VGA sendiri, HIS memberikan sebuah heatsink khusus yaitu ICEQ, dimana suhu menjadi lebih dingin dibandingkan VGA yang lain, kontan kinerjanya menjadi lebih baik. Power Supply yang saya gunakan termasuk ecek-ecek, tapi jika dibandingkan dengan PSU bawaan Casing ya masih mendingan lah, terbukti dalam sensor, voltase tegangan sangat turun, dibawah nilai standar, namun masih bisa perkasa u/ mencapai FSB 350. Oh ya, untuk pendinginan prosesor, saya memakai produk Thermaltake Big Typoon, yang mereduksi panas menggunakan gabungan antara fan dan heatpipe. Suhu jika menggunakan heatsink standar mencapai 49 derajat Celcius, dengan Big Typoon berkurang sampai 11 derajat, jika dengan pendingin standar, FSB 350 tidak bisa berjalan lancar, sering hang. Lebih ekstrim lagi jika menggunakan water cooler, yaitu air yang dipompakan, dengan radiator untuk mendinginkan prosesor. Namun kunci kesuksesan terbesar dari PC ini adalah pada Motherboardnya. DFI merupakan nama legendaris di kalangan overclocker, produk2 keluaran DFI mutlak mengalahkan produk2 besar seperti ASUS, GIGABYTE, MSI, atau ABIT. Produk DFI selalu memberikan fitur overclock yang oke punya, mulai dari setting overclock di BIOS yang sangat lengkap, hingga software bawaan yang juga mumpuni. Rekomendasi saya, jika ingin mobo yang keren buat overclock, pakailah DFI, jangan terpengaruh nama besar produk lain. Secara keseluruhan, dari deskripsi tersebut, membuat PC saya teroverclock menjadi 75%. Obsesi saya kini berusaha untuk mengoverclock PC tersebut pada level 100%, yaitu mencapai frekuensi 3200Mhz.

  • Berikut adalah hasil dari tes yang sudah saya lalui:

  • 3dmark 01 1024×768 32 bit 2fsAA: 15500

  • 3dmark 05 1024×768 32 bit 2fsAA: 2807

  • Super pi 32MB: 29menit 44detik

  • Hasil diatas dikategorikan: Cool! Dan tes2 yang lain

Dengan demikian, urusan grafis, game2 terberat sekalipun lancar dimainkan dalam PC saya. Oh ya, notebook juga bisa dioverclock lho, walaupun gak bisa se-ektrim PC, besok deh, tak tulis gambaran gimana cara overclock notebook. Namun diatas langit, masih ada langit, masih banyak overclocker yang lebih canggih, dan hasil yang didapat mereka jauh lebih baik daripada saya. Saya juga lagi bingung, gimana caranya mengoverclock otak saya supaya gak males buat ngerjain skripsi. Andaikan skripsi bisa terasa menyenangkan seperti overclock, bermain game, dan menulis blog, tentunya udah dari kemaren saya wisuda…

Semoga apa yang saya tulis diatas bisa memberikan manfaat buat temen2 semua, mohon feedbacknya untuk kebaikan bersama, mohon maaf apabila ada kata2 yang kurang berkenan. Ayo, Rendezvous au B’Jong!

dijiplak total dari  sini

Wassalamu’alaikum…