jump to navigation

Membangun Gaming PC Maret 23, 2008

Posted by rpmworkshop in Umum.
Tags: , ,
add a comment

Ketika kita akan membuat sebuah gaming PC, maka ditentukanlah periferal (komponen) pendukung, supaya game2 yang akan kita mainkan dapat berjalan dengan sempurna. Sempurna disini memuat 3 kriteria yaitu:

  1. Berjalan mulus, tanpa jeda (tidak macet)
  2. Grafik oke, dengan detil sempurna (mendekati realita)
  3. Memberikan kesan mendalam (good experience)

Ketiga kriteria itu dapat diwujudkan jika kita jeli dengan memilih periferal PC yang sesuai untuk kebutuhan game. Dibawah ini saya akan memberikan gambaran dan tips2 dalam memilih periferal pendukung dalam membangun sebuah gaming PC

 

1. Processor

Processor berfungsi mengolah data, seperti otak manusia, memprosesnya menjadi tampilan visual, audio, vibrasi, dll. Kecepatan processor dinilai dalam satuan Hertz (Hz), semakin tinggi nilai Hz, maka semakin tinggi pula kecepatan prosesnya. Aplikasinya dalam gaming PC adalah mengolah data game, menjadikan tampilan grafik, dan suara. Pertanyaannya, apakah dengan processor berfrekuensi tinggi, bisa bermain game dengan mulus? Processor memang komponen vital, namun untuk kemulusan sebuah game (visual), processor tidaklah begitu berpengaruh penting. Processor hanya memproses data lalu mendistribusikannya ke periferal lain, sementara untuk memproses visual game, VGA lebih memegang peran penting. Selain frekuensi, kinerja processor juga ditentukan oleh bandwith. Bandwith adalah jalur akses data, semakin besar bandwith processor, maka semakin lancar dan cepat data yang diproses. Bandwith biasanya dikenali dengan L2, ditentukan dengan nilai byte. Idealnya processor jaman sekarang memiliki L2 sebesar 1Mb (1024kb). Jika melihat fungsi processor dalam PC game, sepertinya eman-eman kalo memakai processor yang mahal seperti Pentium seri E (core 2 duo), karena game lebih mengutamakan pengolahan data visual melalui VGA, bukan processor. Bahkan Processor value seperti Celeron atau Sempron masih sangat bertenaga untuk memainkan game terberat sekalipun* Maka sebagai tips memilih Processor untuk gaming PC adalah murah dan L2 besar. Buat apa beli processor mahal? Gengsi doang kan? Mending duitnya dialokasikan buat beli VGA yang keren, oke? Rekomendasi saya adalah AMD X2 4200+ AM2. Setara dengan Pentium dual Core, dengan L2 1MB, seharga $70. Bandingkan dengan core 2 duo E4500 seharga $122, apalagi untuk urusan game AMD jelas mengalahkan Intel :) buat apa processor mahal2? Gengsi doang kan?

2. Memory

Memory atau banyak orang menyebutnya RAM, adalah media penampungan data sementara. Ketika processor akan memproses data dari harddisk, memory menampungnya dan menyalurkannya ke processor, jadi memory adalah jembatan penghubung antara harddisk dan periferal lain dengan processor. Kecepatan memory dinilai dalam satuan Hz, sementara kapasitasnya dalam satuan MB. Semakin cepat frekuensi dan semakin besar kapasitas memory, dipastikan pemrosesan data juga akan berlangsung cepat. Memory untuk gaming PC adalah DDR2 (jenis tipikal memory untuk teknologi PC jaman sekarang), memiliki karakter agresif (cepat dan besar), dan murah :) . Dengan frekuensi tinggi dan kapasitas besar, dipastikan hal proses komputasi bakal berjalan mulus. Bandwith memory lazimnya adalah 64bit, namun dengan motherboard yang mendukung dual channel memory, bandwith memory bisa ditingkatkan menjadi 128bit. Maka proses komputasi akan meningkat dan tentunya semakin cepat. Aplikasinya dalam gaming PC, dibutuhkan memory dengan kecepatan tinggi, kapasitas besar, dan bandwith lebar. Idealnya memory DDR2 memiliki frekuensi 800Mhz, dengan kapasitas mulai dari 512MB hingga 2GB. Tips untuk memilih memory dalam gaming PC adalah memory dengan frekuensi 800Mhz dan berkapasitas 2GB. Rekomendasi: Mushkin XP2 6400 2x 1GB. Memory ini bisa dioverclock hingga frekuensi 1000+Mhz, dan dengan pemasangan 2 keping menjadi dual channel, akan lebih efektif jika dibandingkan dengan pemakaian 2GB satu keping, pemrosesan data menjadi lebih cepat, terlebih dengan harga $50

 

3. Motherboard

Motherboard sebagai komponen vital PC, tentunya menjadi pertimbangan utama. Motherboard mempengaruhi kinerja seluruh periferal dalam PC. Dalam memilih mobo (motherboard), pertama ditentukan untuk processor apa mobo tersebut, intel atau AMD. Kedua adalah fitur2 yang disediakan, seperti support atau tidak terhadap dual channel memory, pci express, sata, hd audio, dll. Ketiga adalah overclockability. Pilihan terakhir ini adalah yang wajib dimiliki oleh sebuah mobo, karena kinerja PC dalam mendongkrak performa game salah satunya adalah dengan overclock. Jika untuk urusan harga, sepertinya mobo dengan performa tinggi masih terhitung mahal. Namun yang menjadi perhatian disini adalah kompatibilitas mobo dengan teknologi yang tergolong baru, untuk bisa memainkan sebuah game dengan sempurna. Saya persempit lagi spesifikasi mobo ini: intel atau AMD, support dual channel memory, pci express 16x, sata II, overclockable, dengan chipset nvidia atau Ati. Untuk multi VGA, sepertinya kita urungkan dahulu, karena dengan single VGA pun game2 terberat masih bisa lancar dimainkan. Mungkin 2-3 tahun lagi multi VGA seperti SLI dan crossfire baru bisa benar2 diterima dan menjadi spesifikasi wajib gaming PC. Untuk mobo gaming PC saya rekomendasikan Biostar T-Force 560 AM2. karena murah, $75, mobo ini sudah mendukung dual channel, SATA II, pci express, hd audio, dan yang jelas overclockable.

 

4. VGA

VGA sebagai periferal terpenting dalam gaming PC bertugas memproses data menjadi tampilan visual, 3D (render). Jadi walaupun memory kenceng, processor tinggi frekuensinya, tapi kalo VGA kurang bertenaga, maka sia2 saja game yang dimainkan. Tidak sempurna, patah2, lambat, macet, dan segala perasaan menjengkelkan campuraduk menjadi satu…. tidak akan terjadi hal seperti itu jika kita memakai VGA yang mumpuni. Syaratnya adalah frekuensi processor dan memory vga tinggi, bandwith memory juga lebar, pendingin VGA yang efektif, dan pci express. Frekuensi processor VGA sama seperti processor utama dalam PC, semakin tinggi maka semakin cepat kinerja dalam pengolahan, khususnya pengolahan grafis. Memory VGA juga sama, semakin tinggi frekuensi semakin cepat data yang di transfer, berkorelasi dengan lebarnya bandwith. Bandwith VGA dinilai dalam satuan bit. Semakin tinggi frekuensi, semakin cepat proses pengolahan grafis, maka processor dan memory VGA juga semakin panas. Maka dibutuhkan pendingin VGA yang efektif, untuk mereduksi panas. Kenapa harus pci express? Karena interface VGA jaman sekarang adalah pci express, teknologi terbaru yang menjanjikan transfer data lebih cepat, dan teknologi ini masih akan bertahan hingga waktu kedepan. Tips memilih VGA yang bertenaga adalah dengan spesifikasi berikut ini: frekuensi processor dan memory VGA tinggi, 600-700Mhz untuk processor, 800-1400Mhz atau lebih untuk memory (> lebih baik). Sebagai tambahan, untuk frekuensi memory VGA diatas 1000Mhz, kini diistilahkan sebagai DDR3. Bandwith lebar sekitar 128-256bit, biasanya VGA dengan memory DDR3 sudah memakai 256bit, bahkan ada yang 512bit, walau jarang. Pendingin yang efektif juga dibutuhkan. Heatsink VGA berfungsi untuk membuang panas pada processor dan memory. Pilihlah VGA dengan heatsink yang lebar, dengan fan besar, dan berbahan alumunium, atau tembaga. Hal ini sangat efektif untuk membuang panas di VGA. Rekomendasi untuk VGA: HIS Radeon 2600XT DDR3 Turbo IceQ. 256MB, 600Mhz-1600Mhz, 128bit, dengan pendingin IceQ dari HIS, yang sangat terbukti mereduksi panas. Seri Turbo dari HIS bisa di-overclock hingga 40%, meningkatkan frekuensi processor dan memory menjadi 890Mhz-1920Mhz, cool!!! Harganya untuk ukuran VGA high end termasuk murah $137, bandingkan dengan kompetitornya GeForce 8800GTS yang $365. Sebagai informasi, grafik Nvidia dan Ati memiliki karakteristik berbeda, secara performa Nvidia (GeForce) menang di performa, namun untuk kualitas gambar Ati (Radeon) masih jauh diatas Nvidia. Monggo, mau pilih performa atau kualitas?

5. Harddisk

Harddisk sebagai sebuah media penyimpanan data dari tahun ke tahun semakin berkembang. Jika dulu kita membeli sebuah paketan PC, harddisk standardnya adalah 40GB, kini harddisk dengan kapasitas 500GB hingga TB (terrabyte, 1000+GB) juga sudah ada. Namun apakah memilih Harddisk untuk gaming PC hanya cukup berkapasitas besar? Tidak… ada beberapa kriteria untuk memilih harddisk dalam gaming PC. Pertama adalah kapasitas. Game2 jaman sekarang sangat rakus akan ruang harddisk, NFS Pro Street, Crysis, Call of Duty 4, rata2 membutuhkan ruang 4-8GB, bahkan game the Sims 2, lengkap dengan expansion packnya, hingga yang terbaru kini Free time memakan ruang sebesar 12GB. Dibutuhkan setidaknya harddisk dengan kapasitas 160GB, dalam gaming PC. Selain ukuran kecepatan transfer data juga diperhitungkan. Buffer, dalam processor similiar dengan bandwith. Semakin besar buffer sebuah harddisk, maka transfer data dari harddisk ke periferal yang lain juga semakin cepat. Buffer sebuah harddisk dinilai dalam satuan MB, kini yang tercepat adalah 16MB. Selain itu adalah interface. Harddisk jaman sekarang memakai interface SATA II, yang menjanjikan transfer data sebesar 3GB/detik. Sebelum teknologi SATA, harddisk memakai interface yang sama dengan CD Rom, yaitu IDE. Namun berkembangnya teknologi, dibutuhkan transfer data yang lebih tinggi, maka interface IDE mulai digantikan dengan SATA, yang menjanjikan transfer data sebesar 1,5GB/detik. Untuk harddisk dalam gaming PC syaratnya adalah minimal 160GB, Buffer 16MB, dan SATA II. Rekomendasi: HITACHI Desktar 250GB SATA II. Sangat sulit mencari harddisk berinterface murni SATA II di pasaran, maka inilah satu2nya harddisk SATA II dengan buffer 16MB yang murni SATA II, agak mahal tapi performa oke bgt!!! $75 Tips…. Jangan pernah beli harddisk dengan merk SEAGATE!!! Dibengkel kami, ada merk haram, dan kami nggak akan pernah memakainya, SEAGATE dan VIA (mobo berchipset VIA) :)

6. Power Supply

Power supply unit (PSU), adalah sebuah komponen vital yang sering dilupakan orang. Kita kadang sering mengalami PC tiba2 hang, restart, atau kadang harddisk mengalami bad sector bahkan mati, begitu pula dengan periferal yang mati…. Ternyata PC mengalami stroke, serangan jantung. Setelah diteliti, ternyata PSU yang mengklaim mampu menyuplai daya sebesar 500watt, adalah penyebab serangan jantung atau stroke pada PC… Mengapa kok bisa, padahal 500watt? Itu adalah pernyataan klien ketika datang ke bengkel kami. Setelah PSU kami lepas dari case PC, dan saya menunjukkan Enermax 530Watt, saya bandingkan PSU klien dengan PSU kami, ketahuan jelas bedanya. Enermax ternyata berbobot sekitar 2kg, sementara PSU klien cuma 1/4nya. PSU klien cuma bisa menyuplai daya sekitar 300watt, padahal banyak sekali periferal yang terpasang disitu, harddisk 2, asesoris2, cd dvd rom, dll. Beruntung hanya 1 harddisk yang mengalami bad sector, dan itu masih bisa dibetulkan. Jadi apa kesalahannya? PSU yang murahan ternyata membawa dampak buruk bagi PC. Terlebih PSU bawaan casing, walaupun katanya 500watt, namun nyatanya efisiensinya cuma 300watt. Dalam gaming PC, sangat terlarang untuk memakai PSU bawaan casing. Bukan karena sombong, namun lebih pada alasan kesehatan PC. Sangat dianjurkan memakai PSU pure power, yang dibeli terpisah dengan casing. Untuk periferal gaming PC dengan single VGA, pure power 450watt adalah rekomendasi. Pure power PSU memiliki efisiensi 90% dari power yang di klaim, jadi jika 450 watt, maka daya sesungguhnya hanya 400watt (dalam kondisi full load). Maka, kekurangan daya dapat diminimalisir, sehingga kerusakan seperti yang dialami klien kami tidak akan terjadi J rekomendasi: Powerlogic Atrix 500watt. Selain Pure power, PSU ini juga keren, pake casing acrylic, pokoknya atraktif bgt, cuma $57

 

7. Monitor LCD

Monitor LCD kini lambat namun pasti menggeser CRT. Terlebih dengan tampilan yang futuristik, hemat listrik dan gamer bgt… Gaming PC tanpa LCD seolah bagai sayur tanpa garam. Memang pada kenyataannya kita masih bisa memainkan game dengan monitor CRT, namun alasan kesehatan tampaknya perlu dipertimbangkan. Bermain game tidak hanya 1-2 jam, namun bahkan bisa sampai berjam2, bahkan dalam kondisi ekstrem, seorang gamer sejati pernah berminggu2 didepan PC hanya untuk bermain game. Radiasi CRT begitu besar, bahkan dapat menyebabkan gangguan penglihatan, juga kerontokan rambut (pengalaman pribadi). LCD dipilih karena futuristik, hemat listrik, dan bebas (kecil) radiasi. Namun sepertinya alasan kuat dipakainya LCD dalam gaming PC adalah alasan futuristik, keren! Masak ada sih, PC dengan periferal keren kok monitornya CRT (biasa)??? Ini mungkin hanya alasan prestise saja, untuk memakai LCD. Tapi ya sekali2 lah, mengikuti gaya hidup modern. Memang sudah saatnya CRT lengser dari dunia perkomputeran, hehehe. Rekomendasi, pilihlah LCD wide screen aspect ratio 16:9, 19″, respon time 2ns, maka game2 siap dimainkan dengan sempurna. Sebuah LCD Viewsonic 19″ Widescreen dihargai $245

 

Dari 7 periferal  diatas, jika dihitung2 total pengeluaran untuk membangun sebuah gaming PC adalah: $709, jika dirupiahkan (Rp.9200 untuk $1), maka: Rp. 6.522.800,- Jika masih ditambah periferal lainnya seperti DVDROM/RW, Casing, Keyboard, Mouse, Speaker, diasumsikan tambah 1juta, maka total semuanya menjadi 7,5jt. Mungkin terasa mahal untuk ukuran Desktop PC, dan orang mungkin beranggapan mending beli laptop… namun jika kembali ke fungsinya, maka sebuah notebook seharga 7,5juta takkan pernah berarti jika dibandingkan dengan gaming PC, dimata seorang gamer sejati… Beda Fungsi Boss…. Jadi kini tentukan mau ngegame apa mau makan gengsi? Monggo…