DIY (Do it Yourself) Gaming PC Desktop (Pengenalan) Maret 9, 2008
Posted by rpmworkshop in Umum.Tags: game, gaming PC, komputer, performa
trackback
Ketika kita berencana membeli sebuah PC, apakah sempat terlintas di benak kita “untuk apa sih PC ini?”… hmm, sekitar 5 tahun lalu saya membeli sebuah PC, PC pertama saya. Saat itu saya tergiur dengan harga yang relatif murah, Rp. 3.700.000,- dengan spesifikasi prosesor Intel Celeron 1.7Ghz L2 128kb socket 478, Maxtor Diamond Max 30GB, Visipro 128MB PC 2100, GeForce 2MX 400 64MB, CDROM Samsung, plus segala macam periferal pendukungnya. Saya merasa cukup puas, karena bisa dipakai untuk mengetik, nonton film, mendengarkan musik mp3, dan bermain game. Fungsi terakhir inilah yang pada akhirnya membawa saya menekuni dunia perkomputeran, khususnya hardware. Pertama kali memiliki sebuah PC, saya menjadi kecanduan bermain game, game bergenre adventure, FPS, adalah game favorit saya. Sementara strategi, race, walau sering juga saya mainkan, saya kurang menyukainya. Pada awalnya game2 tersebut begitu menyenangkan dimainkan, namun seiring berjalannya waktu, game2 baru terasa menyebalkan. Game2 tersebut membutuhkan spesifikasi hardware tinggi, sedangkan PC saya tersebut sudah kurang bertenaga untuk bisa mengolah game. Hmm.. pada akhirnya satu demi satu periferal yang ada mulai harus di upgrade.
Bukan berarti game2 baru ini tidak bisa berjalan di PC tersebut, bisa saja, namun terasa sangat lambat dan menyebalkan rasanya… Periferal pendukung seperti VGA, memori, harddisk secara bertahap diganti dengan yang baru dan lebih bertenaga. Bermain game tambah menyenangkan. Seiring berjalannya waktu pula, teknologi komputer semakin bertambah canggih, hingga akhirnya PC saya itu tidak lagi bisa di upgrade dan kini entah berada dimana… (entah kini ada dimana, karena periferal2nya ada yang rusak, dijual, bahkan saya berikan pada orang lain, sekitar 2 tahun lalu…) Kini dengan desktop yang sudah bisa dibilang “tua” saya tetap bisa bermain game2 terbaru dengan lancar2 saja J apakah rahasia bisa berjalan dengan enteng? Jawabannya ada pada paragraf awal tulisan ini “PC ini mau dipake buat apa?” pertanyaan itulah yang bisa membuat PC saya tua2 keladi”
Ketika saya merencanakan untuk membeli PC, saya memutuskan bahwa PC ini fungsi utamanya adalah untuk bermain game. Sebagai pertimbangan, gaming adalah sebuah fungsi terberat sebuah PC. Jika sebuah PC bisa digunakan untuk menjalankan game terbaru dan terberat (membutuhkan spesifikasi tinggi) sekalipun, maka fungsi yang lain otomatis lewat (lancar2 saja). Aplikasi grafis, office, multimedia, secara signifikan jauh berada dibawah aplikasi game (resource, performance), tidak membutuhkan proses berat. Maka, jika kalian ingin memiliki sebuah PC serba bisa, maka gaming PC inilah yang seharusnya menjadi motivasi utama ketika merencanakan membeli sebuah PC.
Sebuah gaming PC sebenarnya tidak membutuhkan prosesor yang mahal atau cepat. Prosesor cepat, mahal bagi saya= percuma!!! Pernahkah kalian merasa bangga ketika membeli sebuah PC/ notebook dengan prosesor tinggi? Misalnya PC dengan prosesor Intel Core 2 Duo. Saya rasa semuanya pasti akan bangga jika memiliki sebuah PC/ notebook berprosesor tinggi. Namun untuk apakah prosesor tinggi tersebut? Sebuah pembodohan massal menurut saya. Selama ini kita hanya melihat dari segi prestisius, ketika kita memiliki alat dengan teknologi tinggi, namun pemanfaatannya tidak maksimal. Untuk apa core 2 duo yang katanya 2/4 prosesor dijadikan satu (untuk meningkatkan performa dalam pemrosesan data) jika cuma dipake buat hotspot, chatting, ngetik, pamer doang, hanya untuk gengsi kan? Sama halnya seperti orang awam yang membeli hp dengan teknologi mutakhir, mungkin seharga 9 jutaan, namun hanya dipake buat telepon atau SMS doang? Hehehehe…
Sebuah gaming PC tidak diukur dari kinerja prosesornya, namun dari periferal pendukungnya. Celeron 2.0Ghz saja sudah bisa dipake buat menjalankan game2 terbaru dan terberat sekalipun. Kunci dari sebuah gaming PC adalah pada memori dan VGA. Biarpun prosesor mungkin Intel Celeron (prosesor yang dipandang sebelah mata oleh orang awam) atau AMD Sempron (“Celeron”nya AMD), namun jika memakai memori dengan speed tinggi dan kapasitas besar, VGA juga dengan engine grafis & memori berkecepatan tinggi, sangat mungkin untuk bisa memainkan sebuah game terbaru dan yang membutuhkan spesifikasi hardware tinggi. Tentu jika dibandingkan dengan PC berprosesor tinggi namun periferal pendukung standar.
Untuk memori, gaming PC membutuhkan memori tinggi, setidaknya minimal 2x diatas standar rekomendasi (spesifikasi minimum memori sebuah PC sekarang ini adalah 512 MB, so gaming PC seharusnya minimal 1 GB atau lebih). Sedangkan untuk VGA, kriteria sebuah VGA standar sekarang adalah NVIDIA GeForce seri 7xx, sedangkan untuk ATI adalah seri XK (seri 1000). VGA seri tersebut adalah VGA yang kini sedang banyak dipakai, walaupun seri 8xx untuk NVIDIA dan 2000 untuk ATI juga sudah banyak dipasaran. Rekomendasi sebuah VGA untuk gaming PC adalah memiliki lebar data minimal 128bit, memori DDR3 (diatas 1000Mhz), kapasitas memori 256MB, walaupun masih banyak lagi kriteria yang cukup beralasan. Namun pada intinya, untuk menciptakan sebuah mesin game (gaming PC), tidak perlu memakai prosesor tinggi, namun lebih menitikberatkan pendukung performa, yaitu memori dan VGA. Sebagai contoh, inilah spesifikasi PC saya yang masih sangat bertenaga untuk menjalankan sebuah game terberat sekalipun:
-
AMD Sempron 2800+ socket 754
-
Maxtor 80 GB 7200 SATA
-
Dan berbagai asesoris pendukung yang lain
(cetak tebal adalah periferal vital sebagai gaming PC)
Hmm.. mungkin cukup sekian dulu, secepatnya saya akan kembali menulis tentang gaming PC lagi, tips2 memilih periferal yang tepat ketika akan membangun sebuah PC serba bisa, secara detil dari setiap periferal yang dibutuhkan, termasuk tips dan trik hardware. Terimakasih, wasalam….

Komentar»
No comments yet — be the first.